Oleh: binjafar | Agustus 31, 2007

wasiat rasul

Pesan Terakhir Rasulullah saww di Ghadir Khum

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala Puji bagi Allah yang tinggi dalam keesaan­-Nya, dekat dalam ketunggalan-Nya, perkasa dalam kekuatan-Nya, agung dalam keberadaan pembantu­-pembantu utama-Nya, Maha Tahu akan segala sesuatu, sementara Dia tetap ditempat-Nya; rnenundukkan seluruh makhluk dengan kekuasaan­Nya dan (kekuatan) bukti-bukti-Nya.

Dialah Tuhan yang kesucian-Nya abadi dan pujian bagi-Nya tak pernah terhenti. Pencipta langit-langit yang menjulang dan lapisan bumi yang membentang. Penguasa bumi dan langit, Maha Kudus dan Maha Suci. Tuhan para Malaikat dan al-Ruh yang kepada seluruh ciptaan-Nya bersifat sangat pemurah, dan kepada seluruh makhluk-Nya bersifat Maha Derma.

Dia melihat setiap pandangan, tanpa pandangan­-pandangan itu rnelihat-Nya, Dialah Maha Pemurah, Maha Tabah dan Maha Kasih.

(Dialah) Penabur rahmat yang meliputi segala sesuatu, Pelimpah nikmat yang memberkati seluruh rnakhluk, tidak mempercepat siksa-Nya dan tidak segera menimpakan azab kcpada mereka yang berhak rnendapatkannya. Dia tahu setiap rahasia yang tersembunyi dan segala apa yang tersimpan dalarn hati. Tiada rahasia yang luput dari-Nya. dan tiada misteri yang rnengelirukan-Nya.

Dia Maha Tahu akan segala sesuatu, menundukkan segala sesuatu, perkasa atas segala sesuatu, berkuasa atas segala sesuatu, tiada sesuatu yang rnenyerupai-Nya.

Dialah yang menciptakan sesuatu ketika belum ada yang disebut sesuatu. Dialab yang Maha Abadi, yang berkuasa atas dasar keadilan. Tiada Tuhan melainkan Dia, yang Maha Mulia dan Maha Bijaksana, Maha Suci Tuhan dan dilihat oleh pandangan mata, dan Dialah yang meliputi pandangan mata. Dia yang Maha Kasih dan Maha Mengetahui.

Tiada siapa yang menceritakan Sifat-Nya lantaran (pernah) melihat-Nya, tiada siapa yang mengetahui bagaimana Dia secara lahir dan batin, melainkan apa yang dikatakan oleh Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung itu sendri.

Aku bersaksi bahwa Dia Allah yang kudus-Nya memenuhi masa, cahaya-Nya meliputi alpha dan omega, perintah-Nya terlaksana tanpa musyawarah, takdir-Nya ditentukan tanpa bersama-Nya mitra.

Tiada cela dalam pengaturan-Nya, tiada contoh dan ciptaan yang dibentuk-Nya, tiada bantuan dari setiap apapun, tiada kerja keras dan tiada tipuan atas apa yang diciptakan-Nya, Dia ciptakan makhluk-Nya dan jadilah ia, dan karena cahaya wujud-Nya maka tampaklah semua.

Dialah Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia, Maha Rapi dan Maha lndah dalam mencipta, maha Adil yang tidak menganiaya, dan Maha Pemurah yang kepada-Nya kembali seluruh hajat dan perkara.

Aku bersaksi bahwa Dialah Tuhan yang kepada kekuasaan-Nya segala sesuatu tunduk, dan kepada keagungan-Nya segala sesuatu membungkuk. Dialah Empunya seluruh kekayaan, Raja dari seluruh kerajaan, Pencipta planet-planet senta bintang gemintang di langit, pengendali matahari dan bulan, di mana kesemuanya mengorbit untuk batas waktu yang telah ditentukan. Dialah yang menggilirkan malam setelah siang, dan siang setelah malam saling berganti. Dialah penghancur para tiran yang membangkang dan pemusnah setan-setan yang terkutuk yang menentang.

Tiada bersama-Nya lawan dan kawan, Dia Maha Esa, Tunggal. Satu dan tempat bertumpu segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tiada sesuatupun yang setara dengan-Nya. Dialah Tuhan yang Satu, Pemelihara yang Agung dan Pemurah. (Bila) berkehendak ia akan terlaksana, (bila) berkeinginan ia akan terwujud. Dia mengetahui segala sesuatu dengan rinci. Dia yang mematikan dan menghidupkan, membuat orang menjadi fakir dan kaya, tertawa dan menangis, menyimpan dan memberi.

Di tangan-Nyalah kerajaan; bagi-Nya segala pujian, di tangan-Nya semua kebaikan dan Dia-lah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Malam dimasukkan-Nya ke dalarn siang, dan siang ke malarn. Tiada Tuhan melainkan Dia. Maha Perkasa dan Maha Pengampun, Pengijabah do’a, Pemberi yang tulus, Maha Tahu secara rinci segala hembusan nafas, Tuhan seluruh makhluk, baik dan golongan jin maupun golongan nas (manusia). Tiada perkara sulit di hadapan-Nya; tiada gemuruh suara orang-orang yang berteriak mengganggu-Nya atau desakan orang-orang yang mendesak rnencemaskan­Nya. Dialah Pemelihara orang-orang yang saleh, Penyebab berjayanya orang-orang yang sukses, Pelindung penghuni alam semesta, dan Yang paling berhak untuk disyukuri dan dipuji oleh setiap makhluk ciptaan-Nya. Aku memuji-Nya pada saat suka dan duka, juga pada saat sempit dan lapang. Aku beriman kepada-Nya, kepada para malaikat-Nya, Kitab-kitab­Nya dan Rasul-rasul-Nya. Aku mendengar perintah­Nya, patuh dan segera bangkit melaksanakan segala yang diridhai-Nya, menerima total ketentuan-Nya, semangat dalam mematuhi-Nya dan takut akan siksa­Nya. Sebab Dialah Tuhan yang tiada seorangpun akan merasa aman dari makar-Nya atau khawatir dan kezaliman-Nya. Aku ikrarkan pada diriku akan kehambaanku dihadapan-Nya, dan juga bersaksi akan ketuhanan-Nya (untuk diriku). Kini akan aku sampaikan (kepada kalian) apa yang Tuhan wahyukan kepadaku, sebab bila tidak kulakukan itu, niscaya azab-Nya akan mengenaiku, sedemikian sehingga tiada siapapun yang akan dapat menolak­Nya dariku, (sebesar apapun kekuatannya). Tiada Tuhan melainkan Dia. Dia telah memberitahuku, apabila tidak kusampaikan apa yang diturunkan-Nya kepadaku, itu berarti sama dengan aku tidak menyarnpaikan seluruh risalah (pesan)-Nya; dan Dia juga telah menjamin untuk memeliharaku (dan upaya orang-orang yang menentang). Bagiku cukuplah Allah Yang Maha Pemurah sebagal penjamin. Firman-Nya untukku:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

“Wahai Rasul (Muhammad), sainpaikan apa yang diturunkan kepadamu dan Tuhanmu. Apabila tidak kau lakukan itu, berarti sama dengan engkau tidak menyampaikan s eluruh risalah (pesan) -Nya, dan Allah (akan) memeliharamu dari (gangguan) manusia-manusia lain.” (Q.S. 5:67)

Wahai umat manusia! aku tidak pernah salah, alpa atau lalai dalam menyampaikan segala sesuatu yang diturunkan Allah kepadaku. Kini aku jelaskan kepada anda semua sebab turunnya ayat ini: Malaikat Jibril (as) turun menjumpaiku sebanyak tiga kali, memerintah aku–berdasarkan perintah Tuhanku— untuk berdiri di tempat keramaian ini dan menyatakan kepada (bangsa) putih dan hitam bahwa Ali bin Abi Thalib (as) adalah saudaraku, Washi-ku (penerima wasiatku) penggantiku dan imam setelahku, yang kedudukannya di sisiku sama dengan kedudukan Harun di sisi Musa, hanya saja tiada nabi selepasku. Dia adalah wali (pemimpin) kamu setelah Allah dan Rasul-Nya. Allah (SWT) juga telah menurunkan kepadaku sebuah ayat dalam kitab-Nya berkenaan dengan itu:

“Sungguh wali (pemimpin) kamu adalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat, dan menunaikan zakat sementara mereka dalam keadaan ruku” (Q.S. 5:55)

Ali bin Abi Thalib (as) adalah orang yang mendirikan shalat dan mengeluarkan zakatnya dalain keadaan ruku’ seperti yang dirnaksud oleh Allah (SWT) itu.

(Pada rnulanya) Aku mernohon kepada Malaikat Jibnil agar dia mernintakan kepada Allah untuk membehaskan aku dan menyampaikan penintah mi kepada kamu, kanena aku tahu betapa sedikitnya orang-orang yang bertakwa, dan hetapa banyaknya orang yang niunafik, penebar fitnah dan mengolok­olok agama Islam sebagaimana yang disifatkan oleh Allah karakten-kanakter mereka dalarn Al-Qur’an, “… kamu katakan dengan multi/mu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun juga. clan kamu menganggapnya sesua/u yang ningan, padaha/ di sisi A//a/i ia ada/a/i besan. “ (24:15)

Masih segar dalam ingatanku bagaimana mereka menyebutku sebagal udzun (orang yang tidak teliti dan cepat percaya pada setiap berita yang didengarnya). Mereka mendugaku demikian lantaran seringnya mereka mendapati dia (Ali) duduk bersamaku dan besarnya penghormatanku kepadanya sehingga untuk itu Allah ‘Azza wa jalla menurunkan firman-Nya:

Di antara mereka (orang-orang munafìk) ada yang menyakiti nabi dan mengatakan: “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.” Kalakanlah: “Ia mempercayai semua yang balk bagi kamu, ia beriman kepada Allah dan mempercayai orang-orang mukmin.” (Q.S. 9:61)

Seandainya aku mau sebutkan nama-nama mereka niscaya akan kusebutkan, atau seandainya aku mau tunjuk wajah-wajah mereka niscaya akan kutunjukkan. Namun —demi Allah— aku telah dan terus akan bersikap sangat bersahabat dan dewasa terhadap mereka. Bagaimanapun, Allah tetap mendesakkan dan tidak akan rela padaku melainkan aku sampaikan apa yang diturunkan-Nya padaku tentang maksud ayat: “Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, apabila kamu tidak mengerjakan apa yang diperintahkan itu, berarti kamu tidak menyampaikan seluruh risalahmu. Allah akan memelihara kamu dan gangguan manusia” (Q.S. 5:67)

Ketahuilah —wahai umat manusia— sesungguhnya Allah telah menetapkannya (Ali) sebagai wali, pemimpin dan imam bagi kalian. Mematuhinya adalah wajib, baik bagi kalangan Muhajirin, Anshar, generasi-generasi yang baik yang datang setelahnya, orang-orang desa, kota, Ajam (Non Arab), Arab, orang yang merdeka, hamba sahaya, kecil, besar. putih, hitam, dan bagi setiap orang yang menyatakan tauhid kepada Allah (SWT). Keputusan hukum yang diambilnya (All) adalalah sah. Kata-katanya wajib didengar dan perintahnya wajib dipatuhi. Orang yang menentangnya akan terkutuk, yang rnengikutinya akan mernperoleh rahmat, dan yang mernpercayainya adalah orang beriman. Allah telah mengampuni orang yang mendengarnya dan yang mematuhinya.

Wahai umat manusia ini adalah kali terakhir aku berdiri di tempat keramaian ini.

Dengarlah, patuhilah dan ikutilah perintah Tuhan kamu, karena Allah ‘Azza wa Jalla adalah Tuan, Pelindung, dan Tuhan kamu. Berikutnya adalah Muhammad (saw), yang sekarang tengah berdiri dan berbicara dihadapan kamu sebagai wali dan pemimpin kamu. Setelah aku, Ali adalah Wali dan imam kamu berdasarkan perintah Tuhanmu. Kemudian imamah dan kepemimpinan (berikutnya) ada pada zuriat keturunanku dari putra-putranya sehinggalah tiba suatu hari di mana kamu akan berjumpa dengan Allah dan Rasul-Nya.

Sungguh tiada suatu yang halal melainkan apa yang dihalalkan oleh Allah, dan tiada yang haram melainkan apa yang diharamkan oleh-Nya. Dialah yang telah mengajariku mana yang halal dan mana yang haram. Kemudian aku mengajarkannya kepada Ali apa yang diajarkan oleh Tuhanku padaku dari kitab-Nya dan hukum halal dan haram-Nya.

Wahai umat manusia! seluruh ilmu yang diajarkan-Nya kepadaku adalah ilmu-ilmu yang rinci.

Dan dari setiap ilmu yang kuketahui itu, telah kuajarkan pula secara rinci pada imam orang-orang yang bertakwa ini. Sungguh tiada ilmu melainkan telah aku sampaikan kepada Ali, sang Imam yang agung.

Wahai umat manusia! Jangan kalian tersesat karena meninggalkannya; jangan kalian berpaling darinya; dan jangan kalian takabur dan enggan untuk menerima kepemimpinannya. Karena dia akan mem bawa kepada kebenaran dan mengamalkannya, serta menghancurkan kebatilan dan mencegahnya, tanpa dia peduli pada celaan para pencela dalam menjalankan perintah Tuhannya. Dialah orang pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya; dialah orang yang mengorbankan jiwanya demi Rasul-Nya; dialah satu-satunya dari kaum lelaki yang pertama kali menyembah Allah bersama Rasul utusan-Nya.

Wahai umat manusia! Utamakanlah dia. Karena Allah telah mengutamakannya.

Terimalah dia, karena Allah yang telah mengangkatnya.

Wahai umat manusia! Dialah Imam yang ditunjuk oleh Allah. Allah tidak akan mengampuni orang­-orang yang ingkar terhadap wilayah dan kepemimpinannya dan tidak akan pernah memaafkannya sekali-kali. Sungguh, Allah telah memastikan diri-Nya untuk melakukan itu bagi mereka yang menentang perintah-Nya dalam perkara ini, dan akan menimpakan kepadanya azab yang

pedih, maha dahsyat dan selama-lamanya. Awas! jangan kalian mengingkarinya karena itu akan menghantar kalian ke dalam api neraka, yang bara apinya terdiri dan manusia dan batu-batuan yang telah disiapkan bagi orang-orang kafir.

Wahai umat manusia! Demi Allah, para nabi dan rasul terdahulu telah memberitakan kepada kaumnya akan kedatanganku. Aku adalah akhir dan penutup seluruh nabi dan rasul. Aku adalah bukti Allah (hujjah) bagi segenap makhluk-Nya. di langit dan di bumi.

Barangsiapa ragu-ragu tentang itu, maka dia adalah orang kafir sekafirnya orang jahiliyah terdahulu. Barangsiapa meragukan sebagian ucapanku, itu berarti meragukan keseluruhannya. Orang yang ragu-ragu seperti itu baginya adalah api neraka.

Wahai umat manusia! Anugerah Allah kepadaku akan keutamaan-keutamaan ini adalah karena kasih sayang-Nya dan ihsan-Nya yang agung kepadaku. Tiada tuhan melainkan Dia. BagiNya pujian dariku pada setiap keadaan sepanjang masa dan selama­-lamanya.

Wahai umat manusia! Utamakanlah Ali, sebab dia adalah manusia yang paling utama setelahku, baik dari kalangan laki-laki ataupun perempuan. Karena kamilah kemudian Allah menurunkan rezeki-Nya (kepada kalian) dan (karena kami jugalah maka) seluruh makhluk memperoleh kehidupan. Terkutuk dan sungguh terkutuk; dimurkai dan sungguh dimurkailah mereka yang menolak ucapanku ini dan merasa tidak berkenan di dalam hatinya. Ketahuilah bahwa Jibril telah memberitahuku tentang itu berdasarkan firman Allah (SWT) kepadanya:

“Barangsiapa memusuhi .4li dan tidak mewila’nya (menjadikannya sebagai wali) niscaya dia akan memperoleh laknat-Ku dan murka-Ku “. Karena itu hendaklah setiap jiwa melihat apa yang akan disiapkannya untuk hari esok. Takutlah kamu kepada Allah, dan hindarilah dari menentang-Nya. karena akibatnya kalian akan tergelincir, padahal sebelumnya kalian berada pada jalan yang lurus. Sungguh Allah Maha Tahu atas apa yang kamu kerjakan.

Wahai umat manusia! Sungguh Alilah yang dimaksudkan sebagai hak Allah (yang harus dipenuhi haknya) seperti yang disebutkan dalarn kitab suci­Nya. Allah berfirman: (kelak di hari kiamat) setiap jiwa berkata : “amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam menunaikan hak-hak Allah…”

(Q.S. 39:56)

Wahai umat manusia! Tadabburlah (renungkanlah) kitab suci AlQuran, pahamilah ayat-ayatnya. perhatikanlah ayat-ayat muhkamatnya dan jangan kalian ikuti (secara lahiriah) makna ayat-ayat Mutasyabihat-nya. Demi Allah, tidak ada yang bisa menjelaskan batas-batasnya atau menerangkan tafsirnya kepada kalian melainkan orang yang kupegang tangannya ini; yang kunaikkan dia ke sisiku ini dan yang kuangkat lengannya ini. Kini aku umumkan kepada kalian, barangsiapa menjadikan aku sebagai maula atau pemimpin, maka inilah Ali sehagai maula dan pemimpinnya. Dia—Ali bin .Abii Thalib— adalah saudaraku dan washiku. Perintah untuk mengangkatnya sebagai maula inl turun dari Allah ‘azza wa jalla kepadaku.

Wahai umat manusia! Sungguh Ali dan putra-putraku yang suci adalah peninggalan beratku yang besar. Masing-masing mereka akan memberitakan satu sama lain dan saling membenarkan. Keduanya (AlQuran dan keluarga Nabi) tidak akan pernah berpisah sehingga mereka menjumpaiku di telaga (syurga) kelak. Mereka (para Imam, penerj.) ini adalah orang-orang kepercayaan Allah yang ada di antara makhlukNya dan para pemimpin bijaksana yang ada di bumiNya. Sungguh telah kutunaikan (perintah ini). Sungguh telah kusampaikan; sungguh telah kuperdengarkan; sungguh telah kujelaskan.

Ketahuilah bahwa Allah ‘azza wa jalla telah memfirmankannya dan aku telah mengucapkannya dari sisiNya. Ketahuilah, sungguh tidak ada orang yang disebut sebagai Amir alMukminin (Pemimpin orang-orang yang beriman) melainkan saudaraku ini. Siapapun tidak diperkenankan untuk menyandang gelar dan status ini melainkan dia semata-mata.

(Kemudian Nabi saw mengambil lengan Ali yang sejak tadi berdiri bersama Nabi di atas mimbar dan mengangkatnya tinggi-tinggi, sebegitu dekatnya sehingga kakinya sejajar persis dengan lutul Rasulullah saw. Nabi kemudian berkata:)

Wahai umat manusia! Ini adalah Ali, saudaraku dan washiku, pemelihara ilmuku, khilafahku bagi umatku dan wakilku dalam menafsirkan kitab Allah ‘azza wa jalla.

Dialah penyeru kepada Allah, melaksanakan segala apa yang diridhoiNya, memerangi musuh-musuhNya, penganjur pada ketaatan, pencegah maksiat, khalifah Nabi utusan Allah, Amir alMukminin, Imam yang memberi petunjuk, yang memerangi—berdasarkan perintah Allah—kelompok Nakitsin, Qosithin dan Mariqin.

Kini kusampaikan pada kalian—berdasarkan perintah Tuhanku, sesuatu yang tidak dapat kuubah. Aku nyatakan, “Allahumma, ya Allah berilah dukungan dan wila’Mu kepada orang yang mewila’ Ali, musuhilah orang yang memusuhinya, kutuklah orang yang mengingkarinya dan murkailah orang yang mengabaikan haknya. Ya Allah, Engkaulah yang telah menurunkan firmanMu kepadaku bahwa imamah setelahku adalah milik Ali kekasihMu, di saat kujelaskan perkara itu(kepada mereka) dan kuangkat dia (sebagai pemimpin) yang dengannya Engkau sempurnakan untuk hamba-hambaMu agama mereka dan Engkau sempurnakan untuk mereka nikmatMu, dan Engkau ridhoi bagi mereka Islam sebagai agamanya. Engkau telah berfirman : “Barangsiapa menjadikan selain Islam sebagai agamanya, niscaya ia tidak akan diterima dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang rugi.” (Q.S. 3:89). Ya Allah, kumohon kesaksianMu dan cukup bagiku Engkau sebagai saksi—bahwa aku telah sampaikan (perintahMu ini).

Wahai umat manusia! Sesungguhnya Allah telah menyempurnakan agama kalian ini dengan imamah Ali. Barangsiapa tidak mengikutinya atau tidak mengikuti pengganti-penggantinya—putra-putraku yang datang dari slbinya yang tetap ada sampai hari kiamat dan hari perjumpaan dengan Allah swt, niscaya amal-amal baik mereka akan gugur dan mereka akan kekal dalam api neraka, tanpa keringanan dan tanpa harapan (untuk bebas darinya).

Wahai umat manusia! Inilah Ali, seorang yang paling banyak membelaku di antara kalian, yang paling berhak atasku, yang paling dekat denganku dan yang paling mulia di sisiku. Allah swt dan aku ridho padanya. Tiada ayat tentang ridho Allah yang turun melainkan ia berkaitan dengan Ali, tiada ayat di mana Allah berbicara dengan orang-orang beriman melainkan Dia memulainya dengan Ali; tiada ayat pujian dalam AlQuran yang turun melainkan berkaitan dengan Ali; tiada kesaksian akan surga (seperti) dalam ayat “hal ata’alal insani” melainkan Alilah yang dimaksudkannya; ayat tersebut tidak turun untuk selain Ali.

Wahai umat manusia! Ali adalah pembela agama Allah dan pelindung Rasul utusan Allah. Dialah orang bertakwa, suci, petunjuk jalan Allah dan memperoleh petunjuk dariNya. (Aku) Nabi kalian adalah sebaik-baik nabi, dan (Ali) washi kalian adalah sebaik-baik washi, sementara putra-putranya juga adalah sebaik-baik washi.

Wahai umat manusia! Sungguh zuriat setiap nabi berasal dari tulang sulbinya, tetapi zuriat keturunanku adalah berasal dari sulbi Ali.

Wahai umat manusia! Sungguh karena dengkilah maka Iblis mengeluarkan Adam dari surga. Oleh karena itu hindarilah dari mendengki Ali, karena ia akan menyebabkan amal-amal kalian gugur dan kaki-kaki kalian tergelincir. Ingat bahwa Nabi Adam telah diturunkan (oleh Allah) ke bumi ini hanya lantaran satu kesalahan, padahal ia adalah manusia pilihanNya. Apalagi kalian, manusia biasa, di mana di antara kalian ada juga musuh-musuh Allah. (Wahai umat manusia!) Hanya orang-orang yang durhaka sajalah yang membenci Ali, sementara orang-orang yang takwa akan mendukungnya dan menjadikannya sebagai wali dan orang-orang yang beriman yang tulus akan beriman kepadanya.

Demi Allah! Berkenaan dengan Alilah surat al­‘Asr berikut turun “Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, Demi Masa. Sesungguhnya manusia dalam keaduan rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh…”

Wahai umat manusia! Biarlah Allah sebagai saksiku bahwa aku telah sampaikan tugas risalahini. Sungguh tugas Rasul hanya menyampaikan firman Tuhan semata-mata.

Wahai umat manusia! Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan jangan (sampai) kamu mati melainkan kamu benar-benar sebagai orang muslim.

Wahai umat manusia! Berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya dan cahaya (Al-Qur’an) yang diturunkan bersamanya, sebelum kami mengubah mukamu lalu kami putarkan ke belakang (yakni mati).

Wahai umat manusia! Telah mengalir dalam jiwaku ini cahaya dari sisi Allah. Kemudian (ia mengalir juga) ke dalam (tanah) Ali, dan berikutnya ke dalam zuriat keturunannya sehinggalah ke (lmam) al-Qoim al-Mahdi, yang akan mengembalikan hak Allah dan seluruh hak-hak kami ke tempatnya sernula. Sebab Allah ‘azza wa jalla telah menjadikan kamu sebagai hujjah dan bukti-Nya terhadap orang-orang yang ingkar, penentang, pembangkang, pengkhianat, pendosa dan penzalim dari seluruh makhluk jagad raya ini.

Wahai umat manusia! Kuingatkan kalian bahwa aku ini adalah Rasul utusan Allah. Sebelumku telah ada rasul-rasul yang lain. Apakah kalian akan berpaling dariku (dan tidak bersabar) setelah aku mati atau terbunuh? Sungguh barangsiapa berpaling, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikitpun; dan Allah akan membalas orang-orang yang bersyukur. Ketahuilah bahwa yang dimaksudkan dengan mereka yang menyandang sifat sabar dan syukur di atas adalah Ali dan putra-putranya yang datang dari sulbinya.

Wahai umat manusia! Janganlah kalian rnengungkit-ungkit dan membusungkan dada di hadapan Allah akan keislaman kalian, sebab itu akan mendatangkan murka Allah dan azab-Nya. Sungguh Dia benar-benar mengawasi kamu.

Wahai umat manusia! Akan datang setelahku para pemimpin yang menyeru kepada api neraka, dan mereka tidak akan memperoleh pembelaan kelak pada hari kiamat.

Wahai urnat manusia! Sungguh Allah (SWT) dan aku tidak bertanggung jawab atas nasib mereka dan tidak akan sekali-kali melindungi mereka.

Wahai umat manusia! Sungguh mereka dan pembela-pembelanya serta para pengikutnya akan berada di tingkat terendah dari api neraka, sebuah tempat yang paling hina bagi orang-orang yang takabur (akan kebenaran). Sungguh rnerekalah Ashabus Shahifah. Dengan demikian, hendaklah kalian melihat buku amalnya masing-masing meskipun yang benar-benar peduli terhadapnya hanya segelintir orang saja.

Wahai umat manusia! Sungguh, aku serahkan masalah imamah (umat ini) dan pewarisan (nya) dalam zuriat keturunanku sampai hari kiamat. Sungguh telah kusampaikan kepada kalian kewajiban yang diperintahkan kepadaku ini, menjadi hujjah atau bukti Tuhan bagi setiap orang, baik yang hadir ataupun yang gaib (tidak hadir), yang menyaksikan perhelatan ini ataupun yang tidak menyaksikannya, yang sudah lahir atau yang belum lahir. Hendaklah mereka yang hadir menyampaikan pesanku ini kepada yang tidak hadir, si ayah menyampaikannya kepada anaknya, demikian seterusnya sampai hari kiamat, meskipun—tidak lama berselang——sejumlah orang akan merampasnya dan menjadikannya sebagai dinasti kerajaan. Ketahuilah bahwa laknat Allah pasti ditimpakan kepada perampas itu. Di saat itu “Karni akari perhatikan sepenuhnya terhadap kamu wahai makhluk manusia dan jin…, di mana (akan) dilepaskan nyala api dun cairan tembaga (kepadu kalian) sedemikian sehingga kamu tidak dapal ,menyelamatkan diri darinya (Q.S. 55:31,35)

Wahai umat manusia! Sungguh Allah ‘ala wa jalla tidak akan membiarkan kamu berada dalam keadaan seperti ini sampai dia akan membedakan (untuk kamu) mana yang buruk (munafik) dan yang baik (mukmin) dan Allah sekali-kali tidak memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib.

Wahai umat manusia! Tiada desa yang selamat dan murka Allah dan penduduknya dibinasakan kecuali karena pendustaan mereka terhadap kebenaran. Demikianlah Tuhan yang membinasakan penduduk sebuah tempat lantaran perlakuan mereka yang zalim, seperti yang disebut-sebut oleh Allah (SWT). lnilah Ali, imam kalian dan wali kalian.

Dialah orang di mana seluruh janji atau ancaman Allah turun karenanya; dan Allah pasti menepati seluruh janjiNya.

Wahai umat manusia! Telah banyak orang-orang terdahulu sebelum kamu jatuh sesat. Allahlah yang membinasakan orang-orang terdahulu itu sebagaimana Dia jugalah yang akan membinasakan orang-orang yang akan datang kemudian. Allah berfirman : “Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang terdahulu, lalu Kami sertakan (juga) mereka yang datang kemudian. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa, dan celakalah pada hari itu bagi orang-orang pendusta.” (Q.S. 77:16-19).

Wahai umat manusia! Allah telah menurunkan perintahNya dan laranganNya untukku; dan aku (kemudian) menyampaikan perintah dan larangan itu kepada Ali. Dengan demikian dia mengetahui perintah dan larangan (Allah) dari Tuhannya yang Maha Suci dan Maha Perkasa. Oleh karena itu hendaklah kalian mendengar perintahnya niscaya kalian akan selamat; patuhilah dia niscaya kalian akan memperoleh petunjuk; ikutilah apa yang dilarangnya, niscaya kalian akan memperoleh bimbingan; bersikaplah seperti yang diinginkannya, dan jangan kalian berpisah dari jalannya lantaran banyaknya jalan lain.

Wahai umat manusia! Aku adalah Shiratal Mustaqim (jalan lurus) yang kalian diperintahkan untuk mengikutinya. Setelahku adalah Ali, kemudian dilanjutkan oleh putra-putraku yang datang dari sulbinya. Mereka adalah para imam yang membimbing kepada kebenaran dan dengan kebenaran itulah mereka menjalankan keadilan.

(Kemudian Nabi membaca surat AlFatihah sampai akhir, dan melanjutkan khotbahnya berikut).

Ayat-ayat ini diturunkan oleh Allah berkenaan denganku dan mereka (Ali dan putra-putranya). Ia meliputi seluruh mereka dan khusus untuk mereka. Merekalah kekasih-kekasih Allah yang tidak pernah merasa takut dan sedih. Sungguh mereka yang berada dalam partai Allahlah yang menang. Dan sungguh, musuh-musuh Alilah sebagai kelompok pendurhaka, munafik, licik, pelampau batas, dan saudara-saudara setan yang saling membisikkan perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia. Sungguh, para kekasih dan pendukung Ali dan putra-putranya adalah mereka yang disebutkan oleh Allah dalam kitabNya berikut : “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling kasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya…” (Q.S. 58:22). Sungguh, mereka juga adalah orang-orang yang disifatkan oleh Allah swt : “orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. 6:82). Sungguh, mereka juaga adalah orang-orang yang disifatkan oleh Allah berikut : Yang masuk ke dalam surga dengan penuh keamanan, dan disambut oleh para malaikat dengan salam sambil berkata, kalian adalah orang-orang suci, maka masuklah ke dalam surga untuk selama-lamanya.

Sungguh, para kekasih dan pendukung mereka adalah orang-orang yang difirmankan oleh Allah ‘azza wa jalla berikut, mereka masuk ke dalam surga tanpa hisab…

Dan sungguh, musuh-musuh mereka akan masuk ke dalam api neraka. Sungguh musuh-musuh mereka adalah orang-orang yang mendengar suara neraka yang mengerikan; (suara) api yang menggelegak dan yang dikelilingi oleh algojo-algojonya. Sungguh musuh-musuh mereka adalah orang-orang yang disifatkan oleh Allah sebagai umat yang saling mengutuk saudaranya ketika masuk ke dalam api neraka. Sungguh musuh-musuh mereka adalah orang-orang yang seperti difirmankan oleh Allah berikut : “Setiap kali dilemparkan ke dalam api neraka satu kumpulan, maka penjaga-penjaga neraka itu bertanya kepada mereka, apakah belum pernah datang kepada kamu seorang pemberi peringatan. Mereka menjawab : “benar ada”, telah datang kepada kami seorang yang memberikan peringatan, namun kami telah mendustakannya dan kami katakan : “Allah tidak menurunkan suatu apapun. Kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar.” (Q.S. 67:8,9).

Sungguh para kekasih mereka adalah orang-orang yang takut akan Tuhannya secara ghaib; bagi mereka ampunan dan ganjaran yang besar.

Wahai umat manusia! Sungguh jauh perbedaan antara neraka dan surga. Musuh kami adalah orang-orang yang dicela dan dikutuk oleh Allah; dan kekasih kami adalah orang-orang yang dipuji dan dicintai oleh Allah.

Wahai umat manusia! Sungguh, aku adalah (Nabi) yang memberi peringatan, sementara Ali adalah pembimbing.

Wahai umat manusia! Sungguh aku adalah Nabi dan Ali adalah washi (penerima wasiat)ku. Sungguh, penutup para imam adalah dari kami, (bergelar) alQoim alMahdi, yang akan menegakkan keadilan dan memperoleh petunjuk Allah swt.

Sungguh, dia adalah pembela agama. Sungguh, dialah yang akan membalas kezaliman orang-orag yang zalim. Sungguh dialah yang akan membebaskan benteng-benteng yang kuat dan akan menghancurkannya. Sungguh, dialahpenghancur kelompok-kelompok kemusyrikan. Sungguh dialah yang akan membalas darah-darah kekasih Allah yang tumpah. Sungguh, dialah pembela agama Allah. Sungguh dialah penegak air lautan (makrifat dan hakikat) yang dalam.

Sungguh, dialah yang menunjukkan keutamaan orang-orang yang mempunyai keutamaan dan kebodohan orang-orang yang bodoh. Sungguh dialah manusia pilihan Allah dan kekasihNya. Sungguh, dialah pewaris semua ilmu dan menguasai segala ilmu.

Sungguh, dia adalah pembawa berita dari Tuhan ‘azza wa jalla, dan yang memberi tahu tentang perkara iman. Sungguh, dia adalah manusia yang senantiasa memperoleh petunjuk (Allah) dan selalu dijayakanNya.

Sungguh, dialah manusia yang diserahkan oleh Allah urusan makhluk ciptaanNya. Sungguh dia adalah manusia yang kedatangannya telah diberitakan oleh para imam sebelumnya. Sungguh, dia adalah hujjah Allah terakhir yang masih hidup, di mana tiada hujjah lain setelahnya; tiada kebenaran melainkan bersamanya dan tiada cahaya melainkan ada di sisinya.

Sungguh, dia adalah wali Allah yang ada di bumiNya, penguasa yang haq dan benar di sekitar makhluk ciptaanNya, dan manusia kepercayaanNya (pada martabat) zahir dan batinNya.

Wahai umat manusia! Aku telah jelaskan kepada kalian sejelas-jelasnya (tentang perkara ini), dan inilah Ali yang akan menjelaskan kepada kalian setelahku.

Usai khotbahku ini, aku menyeru kalian untuk pertama-tama mengulurkan tangannya kepadaku, kemudian kepada Ali sebagai tanda bai’at dan pernyataan setia.

Ketahuilah bahwa aku telah memberikan bai’atku kepada Allah, dan Ali telah memberikan bai’atnya kepadaku. Kini berdasarkan perintah dari Allah ‘azza wa jalla, aku mengajak kalian untuk membai’at. Barangsiapa mengingkari bai’atnya, berarti dia telah membinasakan dirinya sendiri.

Wahai umat manusia! Sungguh haji, shafa, marwah dan umroh adalah bagian dari syi’ar Allah. “Barangsiapa menunaikan ibadah haji atau umrah ke rumah Allah, maka hendaklah ia mengerjakan sai’ di antara keduanya.” (Q.S. 2:158).

Wahai umat manusia! Tunaikan ibadah haji ke rumah Allah. Tiada suatu keluarga yang datang ke rumah Allah ini melainkan ia akan dicukupkan olehNya; dan tiada suatu keluarga yang berpaling meninggalkannya melainkan ia akan mengalami kefakiran.

Wahai umat manusia! Tiada seorang yang mukmin yang wukuf atau berdiri di tempat-tempat mulia tersebut melainkan Allah akan ampunkan seluruh dosa-dosanya yang lalu maupun yang baru. Demikianlah sehingga apabila ibadah hajinya selesai maka (perhitungan) amalnya dimulai lagi dari awal.

Wahai umat manusia! Para jamaah haji memperoleh bantuan dari Allah, dan ongkos perjalanan mereka terhitung sebagai simpanan (untuk hari akhirat kelak). Sungguh Allah tidak menyia-nyiakan ganjaranNya bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.

Wahai umat manusia! Tunaikanlah ibadah haji ke rumah Allah dengan pemahaman yang sempurna akan ajaran-ajaran agama ini. Jangan kalian meninggalkan tempat-tempat mulia itu melainkan setelah kalian benar-benar taubat dan menyesali dosa-dosa kalian.

Wahai umat manusia! Dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat, seperti diperintahkan oleh Allah ‘azza wa jalla atas kalian. Apabila dikarenakan lamanya waktu berlalu kemudian kalian menjadi jahil atau lupa, maka Alilah—sebagai pemimpin kalian yang telah ditunjuk oleh Allah setelahku, yang akan menjelaskan (seluruh hukum-hukum itu) kepada kalian. Dia adalah orang yang dijadikan oleh Allah sebagai penggantiku; menjawab pertanyaan-­pertanyaan kalian dan menjelaskan kepada kalian segala apa yang kalian tidak ketahui.

Sungguh, perkara-perkara yang halal dan yang haram adalah lebih banyak dan yang dapat kuhitung satu per satu dan kuberitahukan (kepada kalian). Untuk itu secara singkat kukatakan bahwa apa yang kuperintahkan pasti adalah perkara yang halal, dan yang kularang pasti adalah sesuatu yang haram. Kemudian aku diperintahkan untuk niengambil bai’ai dan janji setia dari kalian agar menerima segala apa yang kubawa dari Allah ‘Azza wa Jalla berkenaan dengan Ali selaku Amirul Mukminin dan para Imam yang datang setelahriya. Mereka adalah putra-putraku dan putra-putra Ali; para imam yang menegakkan kebenaran sampai hari kiamat, yang di antaranya adalah al-Mahdi, yang akan memerintah (dunia ini) dengan kebenaran.

Wahai umat manusia! setiap perkara halal yang kuajarkan kepada kalian, atau perkara haram yang kucegah kalian darinya, adalah sesuatu yang tidak mungkin kuubah atau kucabut. Karena itu hendaknya kalian mengingatnya, memeliharanya dan saling mengajarkannya. Jangan sekali-kali kalian mengubahnya atau menggantinya.

Kini kuulangi lagi perkataanku: hendaklah kalian mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh yang ma’ruf (dan mencegah yang mungkar. Ketahuilah balwa pangkal amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah penerimaan kalian akan kata-kataku sebagai sesuatu yang final, di mana kalian yang hadir menyampaikannya kepada yang tidak hadir serta memerintahkan mereka untuk menerimanya dan mencegah mereka dari menentangnya. Sebab ini adalah perintah dan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung, dan dariku. (Ketahuilah) bahwa upaya melakukan yang ma’ruf dan rnencegah yang mungkar tidak akan berarti melainkan sepengetahuan atau bersama Imam yang maksum (terpelihara dari dosa).

Wahai umat manusia kitab suci Alqur’an telah menyatakan bahwa para imam setelah Ali adalah putra-putranya. Aku juga telah mengatakan kepada kalian bahwa Ali adalah bagian dariku dan aku adalah bagian darinya, seperti yang difirmankan oleh Allah dalam kitab Nya: “(bahwa Ibrahim) telah menjadikan kalimat tauhid sebagai kalimat yang kekal pada keturunannya.. “, (Q.S. 43:28). Aku juga berkata: “Selagi kalian berpegang teguh pada keduanya: (Alqur ‘an dan itrah keluanga Nabi), niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya.

Wahai umat manusia Bentakwalah, sekali lagi bertakwalah kalian kepada Allah, lngatlah akan dahsyatnya hari kiamat, sepenti yang ditafsirkan oleh Allah dalam firman-Nya: “Sungguh gempa hari kiamat adalah sesuatu yang maha dahsyat “lngatlah saat-saat mati, hisab, timbangan dan pengadilan Allah terhadap kalian;(demikian juga) pahala dan dosa. Barangsiapa melakukan amal kebajikan, maka ia akan mendapatkan pahalanya, sementara mereka yang melakukan perbuatan buruk maka sedikitpun dia tidak akan memperoleh syurga.

Wahai umat nianusia! Jumlah kalian sedemikian banyaknya sehingga tidak mungkin kalian bisa mengulurkan tangan bai’atnya kepadaku satu persatu. Namun demikian, Allah ‘Azza wa jalla telah memerintahkan aku untuk mengambil ikrar dan lisan kalian tentang pengangkatan Ali sebagai Amirul Mukminin, dan para imam dari keturunanku dan keturunannya yang datang setelahnya, seperti yang pernah kuberitahukan kepada kalian bahwa Zuriat keturunanku adalah berasal dan sulbinya (Ali).

Katakan secara serentak: “Karni telah mendengar, akan patuh, rela dan ikut secara penuh atas apa yang telah engkau sampaikan dari Tuhan kami dan Tuhanmu berkaitan dengan kepemimpinan Ali dan kepemimpinan putra-putranya yang datang dari sulbinya. Untuk itu kami membai’atmu dengan hati, jiwa, lisan dan tangan kami. Berdasarkan itu pula kami hidup, mati dan dibangkitkan tanpa kami mengubah, mengganti, ragu mencabut janji atau membatalkan ikrar dan pernyataan kami. Kami mematuhi Allah dan mematuhi engkau (nabi, serta mematuhi Ali sebagai Amirul Mukminin). Demikian juga putra-putranya, para imam yang kau katakan berasal dan zuriat keturunanmu, yang datang dari sulbi Ali, Hasan dan Husain.”

Tentang Hasan dan Husain ini, telah kukenalkan kepada kalian kedudukan mereka di sisiku, tempat mereka dihadapanku dan martabat mereka di haribaan Tuhanku yang Maha Mulia dan Maha Agung. Semua itu telah kusampaikan kepada kalian.

Sungguh, mereka berdua adalah penghulu pemuda-pemuda surga, imam-imam pasca ayahnya, Ali; dan aku adalah ayah mereka sebelum Ali menjadi ayahnya.

Katakan secara serentak:”Kami mematuhi perintah Allah, mematuhimu, Ali, Hasan dan Husain serta para irnarn setelahnya. Mereka adalah orang­-orang yang kau ikat hati, jiwa dan lisan kami untuk berjanji setia, berikrar dan berbai’at lewat tangan Amirul Mukminin (Ali). Sebagian dari kami membai’atnya dengan tangannya dan sebagian yang lain dengan pernyataan lisannya. Sungguh kami tidak ingin berpaling darinya selama-lamanya. Kami jadikan Allah sebagai saksi dan cukuplah Allah sebagai saksi. Demikian juga engkau (Nabi), semua orang yang patuh pada Allah, yang hadir dan yang tidak hadir, para malaikat Allah, tentara-tentara-Nya dan hamba-hamba-Nya, semua adalah saksi-saksi kami. Namun Allah adalah lebih besar dari semua saksi.”

Wahai umat manusia! Apa yang kalian katakan? Sungguh Allah Maha Mendengar setiap suara dan Maha Tahu akan setiap jiwa yang tersembunyi. Barangsiapa memperoleh petunjuk, maka itu adalah keberuntungan bagi dirinya, dan barangsiapa yang tersesat, maka itu adalah kemalangan bagi dirinya. Mereka yang berbai ‘at, sebenarnya telah memberikan bai’atnya kepada Allah; dan tangan Allah berada di atas tangan mereka semua. (48:10)

Wahal umat manusia! Bertakwalah kalian kepada Allah. Berbai’atlah kalian kepada Ali Amirul Mukminin, kepada Hasan dan Husain serta para Imam (keturunannya). Mereka adalah kalimat Thayyibah yang masih sisa di atas muka bumi ini. Kelak Allah akan membinasakan orang-orang yang mengkhianati mereka, dan merahmati orang-orang yang setia kepada mereka. “Barangsiapa melanggar janji dan bai ‘atnya, niscaya itu akan menimpa dirinya sendiri.” (48:10)

Wahai umat manusia! Ucapkanlah apa yang telah kukatakan kepada kalian. Salamilah Ali selaku Arnirul Mukminin. Katakanlah: “(Tuhan kami)! Kami ielah dengar dan akan patuh (pada perintah-Mu). Ampunilah karni wahai Tuhan karni. Sungguh kepada-Mulah segala sesuatu akan kernbali. Katakanlah:” Segala puji bagi Allah yang telah membimbing kalian ke jalan ini. Sungguh, karni tidak akan memperoleh bimbingan tanpa bimbingan dari Allah.” (7:43)

Wahai umat manusia! Sungguh keutamaan Ali bin Abi Thalib (a.s) di sisi Allah dan yang ada dalarn Al-

Qur’an adalah lebih banyak dari pada yang bisa kusebutkan secara rinci di tempat ini. Siapapun yang meriwayatkannya dan memberitahukannya kepada kalian, maka percayailah dan terimalah ia.

Wahai umat manusia! barangsiapa patuh pada Allah, Rasul-Nya, Ali dan para Imam yang telah kusebutkan itu niscaya dia akan lulus dengan hasil yang amat sangat gemilang.

Wahai umat manusia! Mereka yang segera berangkat memberikan bai’at kepadanya dan menjadikannya sebagai walinya serta menerirnanya sebagai Amirul Mukminin, mereka adalah orang-­orang yang selamat, dan kelak akan berada di dalam syurga yang penuh nikmat.

Wahai umat manusia! Ucapkanlah kata-kata yang menyebabkan Allah rela tenhadap kalian. Seandainya kalian dan semua penghuni bumi ini kufur kepadaNya, niscaya itu tidak akan merugikan-Nya sedikitpun. (3:144)

Yaa Allah! Berikanlah ampunan-Mu kepada orang-orang mukmin, dan murka-Mu kepada orang-­orang kafir. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Kemudian khalayak menyahut seruan Nabi dan berkata:”Kami telah dengar dan akan patuh pada perintah Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati, lidah dan kekuatan kami.”

Mereka kemudian berhimpit-himpitan mengelilingi Nabi dan Ali untuk bersalaman dan mengulurkan tangan bai ‘atnya kepada Rasulullah (SAW). Abubakar, kemudian Umar, lalu Usman. Berikutnya adalah orang-orang Muhajirin, Anshar dan seterusnya sesuai dengan tingkatan martabat mereka sehinggalah tiba waktu Maghrib. Setelah shalat Maghrib dan lsya’ yang di jamak dalam satu waktu, mereka kemudian meneruskan ikrar bai’atnya. Setiap kali orang datang berbai’at, Nabi kemudian berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah mengutamakan kami di atas seluruh penghuni alam semesta.”

Iklan
Oleh: binjafar | Agustus 31, 2007

salah satu keistimewaan rasul berupa keturunanya

Keturunan ahlul-bait Rasulullah SAW

Pengenalan

Dengan kewafatannya Nabi Muhammad SAW maka kita beriman dengan ketetapan Allah SWT bahawa tiada lagi Nabi dan Rasul selepas baginda. Dalam lain perkataan, tiada lagi kesinambungan pembawa obor kemuliaan keluarga nubuwwah bertaraf Nabi dan Rasul selepas Rasulullah SAW. Justeru timbul beberapa persoalan. Antaranya, adakah lagi rangkaian salasilah dari keturunan atau zuriat Nabi Muhammad SAW di kalangan umat manusia pada hari ini? Dan kalaupun ada, apakah masih ada lagi bibit-bibit kemuliaan pada keturunan baginda?

Tidak ada alasan sama sekali untuk meragukan bahawa masih adanya zuriat atau apa yang Rasulullah SAW sebut sebagai ‘itrati’ (keturunanku) dizaman ini. Zuriat ini turut mewarisi kemuliaan dan keutamaan yang tersendiri pula. Bahkan ciri-ciri ini akan sentiasa kekal pada cucu-cicit baginda, Insya Allah sehingga datangnya Hari Kiamat. Fakta ini berdasarkan dalil Al-Quran dan Al-Hadeeth yang sahih ; Semasa baru bermulanya kedatangan Islam di bumi Mekah, Rasulullah SAW serta para

sahabat baginda menghadapi berbagai ujian dalam bentuk cemuhan, siksaan dan boikot dari puak-puak musyrikin yang mahu mereka meninggalkan Agama Islam. Sedang baginda menghadapi tekanan yang begitu hebat dari semua arah, Abdullah, putera Nabi SAW wafat dalam usia yang masih kecil, dan ini begitu menghibakan hati Nabi.

Mendengar berita kewafatan putera Rasulullah SAW itu, puak-puak Quraysh berasa begitu gembira dan melaung-laungkan “Muhammad adalah orang abtar (lelaki yang bakal tidak berketurunan), Muhammad tidak mempunyai putera, lantaran itu dia tidak akan memperolehi anak cucunya lagi. Ini akan melenyapkan nama beliau setelah wafat nanti.” Berikutan dengan peristiwa itu, Allah SWT telah mewahyukan Surah Al-Kauthar: “ Sesungguhnya Kami telah anugerahkan kepadamu nikmat yang amat banyak. Maka dirikanlah solat kerana Tuhanmu, dan sembelihlah (ternak kurban). Sungguhlah, orang yang membencimu itulah orang yang abtar (terputus keturunan).”

Ayat ini diwahyukan bagi menenangkan hati dan memantapkan tekad Rasulullah SAW dengan menegaskan bahawa anugerah rahmat Allah SWT yang tertinggi, adalah darjat nubuwwah (kerasulan) dan Rahmatun-Lil-‘Alameen (pembawa rahmat bagi sekelian alam). Firman Allah SWT dalam ayat di atas akhirnya terbukti dengan hakikat bahawa setelah lebih daripada 1,400 tahun, bukan sahaja terdapat berjuta-juta umat Islam yang kasih serta bangga menjadi umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga membuktikan keturunan Rasulullah SAW masih tetap berkembang biak di mana-mana pun di muka bumi ini.

Melalui cucu-cucu Rasulullah SAW, iaitu Al-Hassan dan Al-Hussein, zuriat baginda tetap diberi kesinambungan dan keutamaan oleh Allah SWT sehinggalah di penghujung zaman kelak dengan kemunculan Imamul Al- Mahdi yang juga bernasab dan berzuriat dari baginda sendiri. Sebuah Hadeeth Sahih riwayat Imam Ahmad bin Hambal menyebut : “Kutinggalkan di tengah kalian dua pusaka (peninggalan): Kitabullah sebagai tali terentang antara langit dan bumi, dan keturunanku…Ahli-Baitku. Sungguhlah keduaduanya itu tidak akan terpisah hingga kembali kepadaku di Haudh (Telaga Nabi di Syurga).”

Sabda Rasulullah SAW “ Jika dunia ini hanya tinggal sehari sahaja nescaya Allah akan bangkitkan seorang lelaki dari keluargaku yang akan memenuhinya dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kekejaman.” (HR Abu Dawud & At-Tarmidzi) Dari Ali bin Abi Thalib, sabda Rasulullah SAW : “Mahdi ialah dari kami ahlul-bait,

Allah membawakan kebaikan dengannya pada satu malam.”

Oleh: binjafar | Agustus 30, 2007

kekhususan para dzurriyah nabi saw

KEKHUSUSAN YANG PERTAMA :Diharamkan menerima zakat atas mereka
KEKHUSUSAN YANG KEDUA :Mereka adalah manusia termulia dari sisi nasab dan garis keturunannya
KEKHUSUSAN YANG KETIGA :Bahwa garis keturunan,nasab mereka dengan rasulullah saw akan tetap bersambung dan bermanfaat di dunia dan di akhirat
KEKHUSUSAN YANG KEEMPAT :Mereka sah di sebut putra-putri rasulullah saw
KEKHUSUSAN YANG KELIMA :Bahwa memandang wajah dzurriyah nabi saw adalah ibadah
KEKHUSUSAN YANG KEENAM :Bahwa mencintai dan menghormati mereka demi rasulullah saw adalah kewajiban setiap muslim
KEKHUSUSAN YANG KETUJUH :Berbuat baik kepada mereka akan langsung di balas rasullah saw kelak di hari kiamat
KEKHUSUSAN YANG KEDELAPAN:Bahwa mncintai mereka dapat memanjangkan umur dan meutihkan wajah kelak di hari kiamat
Dan mereka menyamai dengan rasullah dalam beberapa hal (1)dalam shlawat dalam tasyahud
(2)dalam salam
(3)dalam penyucian
(4)di haramkannya menerima zakat
(5)dalam kewajiban untuk di cintai

Oleh: binjafar | Agustus 30, 2007

apa itu dzurriyah?

Kata dzurriyah berasal dari kata kerja dzara artinya mencipta dan berarti juga membanyakan.Atau bisa jadi di ambil dari kata kerja dzara artinya terbang dan mencecer.Atau boleh bisa di ambil dari kata dzarara artinya anak-anak kecil.
Kata dzurriyah di pergunakan untuk arti anak-anak dan keturunan hingga hari kiamat,tidak terbatas hanya pada anak langsung.

Oleh: binjafar | Agustus 30, 2007

mukaddimah

Para ulama menyebutkan beberapa keutamaan,kekhususankeistimewaan dan tanggung jawab yang di miliki oleh dzurriyah nabi saw.Keutamaan itu di tetapkan berdasarkan bukti-bukti dan nas-nas sahih.Dan saya ingatkan tuliusan-tulisan dari saya ini tidak untuk memanjakan  satu komunitas dan tidak untuk mendiskreditkan satu komunitas.

Kategori